Menjadi Buddhis

Berlindung, Pintu Gerbang Memasuki Ajaran


Di dalam garis-garis besar Lamrim, ‘berlindung’ telah dijelaskan sebagai pintu gerbang unggul untuk memasuki Dharma. Sesungguhnya, kriteria untuk memastikan apakah seseorang itu buddhis atau bukan bergantung pada apakah berlindung telah hadir di dalam dirinya. Seseorang yang terlahir di dalam negara buddhis atau keluarga buddhis, dibesarkan sebagai buddhis, dan mengganggap diri mereka sebagai buddhis. Mereka memiliki tingkat keyakinan tertentu terhadap tiga permata (Triratna). Namun, apakah mereka benar-benar buddhis sepenuhnya atau bukan, semua ini akan bergantung pada apakah mereka memiliki praktik yang murni dengan mengambil perlindungan terhadap Triratna di dalam diri mereka. Tidak cukup bagi seseorang untuk menyebut dirinya buddhis hanya karena secara budaya atau adat ia dihadirkan dalam cara seorang buddhis yang ‘murni’.

Sebagian besar dari Anda yang ada di sini mengatakan bahwa Anda adalah buddhis. Akan tetapi, seperti yang telah Anda lihat sekarang, bukan hanya pendidikan buddhis atau sebuah kecenderungan budaya yang menjadikan Anda seorang buddhis. Sebaliknya, hal tersebut bergantung pada apakah perlindungan dari tindakan berlindung Anda hadir di dalam diri Anda atau tidak. Walaupun Anda bisa saja membuatnya seolah-olah Anda sudah berlindung, namun jika praktik mengambil perlindungan Anda tidak sepenuh hati atau tidak murni, maka Anda tidak akan menjadi buddhis yang sesungguhnya. Banyak yang berpikir bahwa mengambil perlindungan pada dasarnya hanya berupa tindakan merangkupkan kedua tangan dalam posisi memuja dan mengulangi kalimat mengambil perlindungan – “Saya berlindung pada Buddha, saya berlindung pada Dharma, saya berlindung pada Sangha”. Dengan bertindak demikian, tentu saja seseorang memang menyatakan berlindung, namun itu saja tidak cukup untuk mengatakan bahwa Anda benar-benar memiliki praktik berlindung yang sesungguhnya. Seperti yang telah kita katakan, ketika Anda mengucapkan bait berlindung dan merasakan tingkat keyakinan tertentu pada Triratna, hal demikian merupakan praktik sederhana dari berlindung, namun dia tidak sepenuhnya memenuhi syarat praktik berlindung yang murni.

Transkrip Pembabaran Dharma oleh Guru Dagpo Rinpoche di Kadam Tashi Choe Ling, Kuala Lumpur, Malaysia pada Desember 2003
Transkrip selengkapnya terdapat dalam buku “Berlindung Jld. 1”

Kepada Siapa Kita Berlindung?

Triratna, Objek Perlindungan Terunggul

Sudahkah Kita Berlindung dengan Benar?

Tolok Ukur Kita Telah Berlindung