Berita

Dagpo Rinpoche's teaching

Sudahkah Kita Mengenal Triratna dengan Baik?

Pengajaran Dharma oleh Guru Dagpo Rinpoche, 5-6 Maret 2022

Ditulis oleh Ericson

Pada tanggal 5-6 Maret 2022 lalu, Guru Dagpo Rinpoche kembali memberikan pengajaran Dharma secara daring melalui Zoom. Guru Dagpo Rinpoche kembali melanjutkan transmisi dan penjelasan Lamrim Jalan Cepat (Nyurlam) karya Panchen Losang Yeshe (Panchen Lama II). Pada pengajaran kali ini, Guru Dagpo Rinpoche melanjutkan pembahasan topik Tisarana (berlindung) setelah bulan sebelumnya merampungkan penjelasan topik kematian dan alam rendah.

Sabtu, 5 Maret 2022

Guru Dagpo Rinpoche membuka pengajaran Dharma dengan mengajak kita semua untuk merenungkan sebuah kutipan dari Arya Nagarjuna di Surat untuk Seorang Sahabat:

“Wahai pemberani, apa yang perlu dilakukan lagi padamu, nasihat yang terpenting adalah jinakkanlah batinmu.” Kutipan ini bertujuan untuk mengingatkan kita bahwa batin adalah  akar semua Dharma. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengembangkan batin kita secara bertahap dan menghilangkan penyebab kemerosotan dengan menanggalkan perbuatan buruk.

Setelah bersama-sama memahami betapa mengerikan dan berbahayanya kejatuhan di alam rendah setelah kematian, kita harus mencari sosok yang mampu melindungi kita dari hal tersebut. Atas dasar rasa takut yang kuat akan hal ini dan keyakinan terhadap sosok Triratna, kita mengambil perlindungan kepada Buddha, Dharma, dan Sangha.  

Terkait objek perlindungan, ada 4 kualitas yang harus dimiliki agar kita bisa mendapatkan perlindungan yang sempurna:

  1. Objek perlindungan haruslah sosok yang bebas dari ketakutan.
  2. Objek perlindungan harus mampu melindungi kita dari semua objek ketakutan. Kalau bisa melindungi dari kejatuhan alam rendah tapi tidak bisa melindungi dari penderitaan samsara secara keseluruhan, maka kita tidak bisa menjadikannya perlindungan yang paripurna. 
  3. Objek perlindungan harus memiliki metode mahir untuk membebaskan kita dan welas asih agung yang tidak memihak mana pun. 
  4. Objek perlindungan harus memberikan perlindungan kepada semua pihak, baik yang menguntungkan maupun tidak menguntungkannya.

Jika kita menyoroti kualitas-kualitas tersebut, kita memahami bahwa hantu, naga, dan dewa-dewi lokal tidak memilikinya. Lebih dari itu, dewa yang berada di alam tinggi pun tidak memiliki 4 kualitas ini. Hanya  seorang Buddha yang telah meraih pencerahan lengkap sempurnalah yang memiliki kualitas-kualitas ini dan mampu menjadi pelindung bagi mereka yang ingin mencapai pembebasan. 

Untuk bisa melakukan praktik berlindung dengan baik dan penuh keyakinan, Guru Dagpo Rinpoche berpesan bahwa amat penting bagi kita para praktisi untuk bisa mengenali keunggulan dari masing-masing Ratna dalam Triratna. Sebagai contoh, kita harus berupaya untuk tidak hanya mengenali kualitas tubuh Buddha yang dihiasi oleh 32 tanda utama dan 80 tanda sekunder, tetapi juga merenungkannya sebaik mungkin. Kita juga semestinya merenungkan kualitas ucapan dan tindakan Buddha yang senantiasa bekerja untuk kepentingan semua makhluk. Di samping kualitas Buddha, merenungkan kualitas Dharma dan Sangha juga akan membantu kita untuk bisa mempraktikkan Ajaran dengan lebih baik. 

Guru Dagpo Rinpoche memberikan penghormatan kepada teks Dharma

Minggu, 6 Maret 2022

Pada hari kedua pengajaran, Guru Dagpo Rinpoche kembali membuka sesi dengan memberikan motivasi. Tidak ada jaminan setelah meninggal, kita tidak akan terlahir di alam rendah. Jika kita terjatuh di alam rendah, maka penderitaan luar biasa besar akan kita alami. Oleh sebab itulah, kita butuh mencari perlindungan. Triratna adalah sosok yang bisa melindungi kita dari kejatuhan di alam rendah tersebut. Kita harus menghimpun sebab-sebab bajik dan menanggalkan sebab-sebab buruk melalui hidup seturut hukum karma. 

Sebagai praktisi pemula, amat sangat penting bagi kita untuk membangkitkan batin berlindung yang sejati dalam arus kesinambungan batin kita. Inilah yang menjadi penentu apakah seseorang telah menjadi seorang Buddhis. 

Melanjutkan penjelasan dari sesi sebelumnya, Guru Dagpo Rinpoche menjelaskan manfaat yang kita peroleh dari berlindung. Tidak hanya dapat melindungi kita dari kengerian alam rendah, Tisarana juga dapat melindungi kita dari bahaya dalam kehidupan saat ini. 

Lebih lanjut, Guru Dagpo Rinpoche juga menjelaskan bahwa saat berlindung, ada sila-sila yang harus kita jalankan untuk membuat praktik berlindung kita semakin baik. Sila yang dijalankan dibagi menjadi dua, yaitu sila-sila khusus (sila yang merujuk masing-masing komponen Triratna) dan sila-sila umum (sila yang mencakup ketiga Ratna). Sila-sila berlindung khusus tersebut terdiri atas:

  1. Sila yang berkaitan dengan Buddha: Seseorang yang sudah berlindung pada Triratna seharusnya tidak berlindung pada dewa-dewi duniawi dengan tujuan panjang mencapai pencerahan. Kita juga seharusnya menghindari mencari kesalahan pada tubuh Buddha (termasuk rupang dan bentuk lain)..
  2. Sila yang berkaitan dengan Dharma: Kita seharusnya tidak lagi menyakiti makhluk hidup serta menghindari mencari kesalahan pada Dharma dan memberikan rasa hormat pada perlambang Dharma dengan menghormati semua aksara dan huruf. Guru Dagpo Rinpoche juga menambahkan bahwa kita harus  berhati-hati dalam meletakkan perlambang Dharma.  Sebaiknya, kita juga menghindari menggunakan koran untuk membungkus barang. Hal ini karena satu huruf pun adalah perlambang Dharma.
  3. Sila yang berkaitan dengan Sangha: Kita tidak seharusnya menjalin hubungan yang terlalu dekat dengan non-Buddhis, menghindari mencari kesalahan pada Sangha, dan menghormati perlambang Sangha (seperti berhati-hati agar tidak menginjak atau melangkahi bagian dari jubah Sangha atau kain kuning).

Sementara itu, sila berlindung umum yang sebaiknya kita lakukan setiap saat adalah:

  1. Berlindung berulang kali  dan mempersembahkan bagian pertama dari makanan dan minuman kita. Terkait mempersembahkan makanan dan minuman, Guru Dagpo Rinpoche memberikan nasihat bahwa kegiatan ini sebaiknya dilakukan beberapa kali setiap hari. Jika dilakukan dengan konsisten, praktik ini akan berdampak besar bagi perkembangan batin kita. Di samping itu, ketika melakukan persembahan makanan dengan melakukan doa makan, kita tidak harus melakukannya secara terang-terangan jika kondisinya tidak memungkinkan.
  2. Mengingat kebaikan luar biasa Triratna dan memujanya terus menerus. Kita semestinya ingat bahwa semua hal baik yang kita terima adalah berkat nasihat dari Buddha.
  3. Senantiasa mengingat, merasakan, serta mengajak orang lain untuk melakukan praktik berlindung.
  4. Aktivitas apapun yang kita rampungkan, haruslah senantiasa mengandalkan Triratna. Hal ini bukan hanya terbatas pada aktivitas Dharma, tetapi juga mencakup semua kegiatan kita sehari-hari.
  5. Selalu menjaga sila dan tidak boleh meninggalkan Triratna baik hanya karena sekadar bercanda ataupun bahkan bila nyawa taruhannya.
Guru Dagpo Rinpoche menyapa para peserta di Zoom

Setelah penjelasan terkait sila-sila berlindung dirampungkan, pengajaran Dharma dilanjutkan dengan transmisi topik karma oleh Guru Dagpo Rinpoche. Pengajaran Dharma kemudian ditutup dengan mendedikasikan seluruh aktivitas bajik yang telah dilakukan selama 2 hari pengajaran agar semua guru spiritual berumur panjang, dunia bisa segera bebas dari pandemi dan peperangan, segala bentuk kondisi buruk yang memberikan penderitaan segera sirna, dan kondisi yang membantu praktik Dharma kita  terus berkembang. 

Tak lupa, Guru Dagpo Rinpoche juga mengingatkan kita untuk terus berupaya mencapai Kebuddhaan pada kehidupan ini. Jika saat ini, kita belum bisa membangkitkan bodhicitta yang spontan, seminimal mungkin, kita dapat merealisasikan satu topik Lamrim.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *