Berita

Dagpo Rinpoche's teaching

Menghadapi Kematian dengan Bijaksana

Pengajaran Dharma oleh Guru Dagpo Rinpoche, 12-13 Februari 2022

Guru Dagpo Rinpoche memberikan pengajaran Dharma secara daring berdasarkan Lamrim Jalan Cepat (Nyurlam) karya Panchen Losang Yeshe (Panchen Lama II). Setelah bulan lalu Guru Dagpo Rinpoche menjelaskan mengenai perenungan terhadap nilai dan kondisi kelahiran manusia yang berharga, kali ini topik pengajaran dilanjutkan dengan membahas topik yang paling banyak kita hindari–kematian.

Sabtu, 12 Februari 2022

Guru Dagpo Rinpoche mengawali sesi pengajaran di hari pertama dengan mengutip Arya Chandragomin yang menjelaskan betapa berharganya kelahiran di alam tinggi. Begitu memperoleh kelahiran di alam tinggi, kita bisa menciptakan sebab pencerahan dan menyeberangi lautan kelahiran samsara. Tak hanya itu, kelahiran kita saat ini juga memiliki potensi luar bisa, yaitu bisa menumbuhkan benih bodhicitta. 

Guru Dagpo Rinpoche kemudian mengajak kita untuk merenungkan kembali bahwasanya tidak ada satu makhluk hidup pun di dunia yang ingin menderita. Oleh karena itu, kita harus berupaya menanggalkan sebab-sebab penderitaan dan mempraktikkan metode untuk menciptakan sebab-sebab kebahagiaan. Saat ini kita telah bertemu ajaran Buddha yang telah mengajarkan kita metode untuk membuat diri kita bahagia, yaitu meningkatkan kapasitas batin. Selama berkehidupan-kehidupan banyaknya, kita membawa klesha dalam diri kita. Tentu saja mengubah kebiasaan buruk yang muncul karenanya dan sudah mengakar bukan sesuatu yang bisa terjadi begitu saja. Guru Dagpo Rinpoche berpesan bahwa kita harus mengatasi klesha kita satu per satu, diiringi dengan langkah pertama yang kokoh, kuat, dan stabil.

Dalam upaya kita untuk melakukan hal tersebut, Guru Dagpo Rinpoche mengajak kita untuk merenungkan mengenai kematian. Ketika kita memeditasikan kematian, kita bisa memulai dengan merenungkan topik-topik penting berikut: kerugian tidak mengingat kematian, manfaat mengingat kematian, dan cara memeditasikan kematian yang sesungguhnya

Untuk benar-benar bisa mempraktikkan meditasi Lamrim, kita butuh mendasari praktik kita dari kitab-kitab Lamrim. Dalam mempelajari kitab-kitab Lamrim, Guru Dagpo Rinpoche mengingatkan kepada kita pentingnya memiliki sikap batin yang tepat ketika mempraktikkannya. Sikap batin yang tepat, yaitu membangkitkan rasa bakti dan keyakinan terhadap Dharma, akan membantu kita untuk memiliki kesempatan untuk mempraktikkan Dharma yang ada dalam kitab-kitab Lamrim. Secara khusus, Guru Dagpo Rinpoche juga mengingatkan kita untuk berupaya menghafalkan dan memahami salah satu dari 8 kitab akar Lamrim yang berhubungan erat dengan silsilah Biara Dagpo, yaitu Gomchen Lamrim.

Minggu, 13 Februari 2022

Guru Dagpo Rinpoche membuka sesi pengajaran Dharma pada hari kedua dengan mengutip sebuah nasihat dari Arya Chandrakirti. Jika saat ini kita yang memiliki kebebasan dan keberuntungan dari kelahiran sebagai manusia ini malah menjerumuskan diri kita ke alam rendah, siapa yang akan menolong kita? Guru Dagpo Rinpoche kemudian mengajak kita untuk membangkitkan motivasi bajik, yaitu dengan merenungkan keinginan semua makhluk untuk mencapai kebahagiaan. Berdasarkan motivasi tersebut, kita kini berupaya untuk menerapkan Lamrim. 

Guru Dagpo Rinpoche menjelaskan bahwa secara tradisi, pengajaran Lamrim haruslah diulang selama 4 kali. Guru Dagpo Rinpoche menjelaskan bahwa seiring dengan perkembangan zaman, pengulangan 4 kali secara utuh sulit dilakukan. Namun, kita tetap perlu berusaha menjaga tradisi ini di masa sekarang. Untuk itu, Beliau memberikan anjuran berikut:  pengulangan pertama, yakni ketika garis besar dari topik tengah dibacakan oleh guru Dharma; pengulangan kedua, yaitu ketika penjelasan yang lebih jauh diberikan; pengulangan ketiga berkaitan dengan cara mempraktikkan topik yang sedang dibahas; dan pengulangan terakhir dilakukan di esok hari dengan tujuan untuk membuat pemahaman kita semakin stabil dan jelas di dalam batin. 

Banyak orang mungkin bertanya-tanya mengenai alasan pengulangan tersebut, sebab penjelasan ulang mungkin akan menimbulkan kebosanan. Pengulangan ini tentunya bukanlah tanpa alasan, melainkan untuk membantu kita memiliki pemahaman yang lebih stabil mengenai suatu topik dan untuk lebih memahami hal yang belum kita pahami. 

Seusai sesi motivasi, Guru Dagpo Rinpoche kemudian melanjutkan penjelasan mengenai perenungan mengenai kematian. Pada saat kematian, tak ada hal yang bisa membantu kita selain Dharma. Kita juga harus merenungkan hal yang terjadi setelah kematian. Hanya ada dua kemungkinan, entah kita pergi menuju alam tinggi atau alam rendah. Di sinilah, perenungan terhadap penderitaan di alam rendah harus kita lakukan dan bayangkan senyata mungkin. 

Guru Dagpo Rinpoche juga menyarankan kita untuk mengingat sebuah bait nasihat yang baik dari Arya Shantidewa mengenai penderitaan neraka. Bait tersebut berbunyi: 

“Dari manakah datangnya api neraka? Ia datang dari perbuatan buruk yang kita lakukan.” 

Pertanyaan berikutnya yang harus kita renungkan adalah: apakah ada jalan keluar jika sudah terjatuh di alam neraka? Sebenarnya, hampir tidak ada jalan keluar karena ketika kita terlahir di neraka, batin kita senantiasa diliputi oleh kemarahan, kecemburuan, dan kesombongan. Alhasil, semua tindakan yang kita lakukan hanya akan didasari oleh ketiga hal ini dan menjadi ketidakbajikan. Jika sudah membuat ketidakbajikan, akan sulit bagi kita untuk membuat sebab bajik agar bisa terlahir di alam yang lebih baik. Oleh karena itu, kita seharusnya berupaya untuk mencegah kelahiran di alam-alam rendah. Hal ini menurut Guru Dagpo Rinpoche dapat kita lakukan dengan terlebih dulu melakukan perenungan dengan sungguh-sungguh. Perenungan yang dimaksud adalah perenungan terhadap hal-hal yang mungkin terjadi pada kita setelah kematian. Hal ini bertujuan agar kita bisa memanfaatkan setiap momen yang kita lalui dengan melakukan hal-hal bajik agar terhindar dari kejatuhan di alam rendah. 

Sesi pengajaran Dharma selama dua hari ini kemudian ditutup dengan doa dedikasi untuk pencapaian Kebuddhaan yang lengkap sempurna demi semua makhluk. Semoga seluruh aktivitas bajik selama pengajaran Dharma ini juga dapat membantu pemulihan dunia dari pandemi COVID-19.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *