Berita

Agenda Kedatangan 2019

Sejak kedatangan Guru Dagpo Rinpoche ke Indonesia untuk pertama kali 30 tahun yang lalu, persisnya pada 1989, Beliau terus kembali setiap tahun untuk mengajarkan Dharma kepada kita semua.

Kedatangan Beliau pada tahun 2010 menjadi momen yang amat istimewa karena pada tahun itu, Guru Dagpo Rinpoche pertama kali memberikan transmisi Lamrim berdasarkan kitab “MĀRGA-KRAMA-VIMOCANA-HASTA” atau “Pembebasan di Tangan Kita” karya Phabongkha Rinpoche. Ajaran ini diwarisi langsung oleh Guru Dagpo Rinpoche dari guru Beliau, Kyabje Trijang Rinpoche, yang menuliskan sendiri kitab tersebut berdasarkan pembabaran Dharma yang diberikan oleh Phabongkha Rinpoche.

Guru Dagpo Rinpoche memberikan transmisi lisan kitab ini sembari membimbing para murid dengan penuh kesabaran melalui serangkaian aktivitas retret berupa belajar, merenung dan bermeditasi, setahap demi setahap, berdasarkan urutan topik, mulai dari Menunjukkan Keagungan Sumber Ajaran yang Terpercaya, sampai ke Cara Bertumpu pada Guru Spiritual, Trisarana, Karma, Empat Kebenaran Arya dan seterusnya.

Ini berjalan berkesinambungan selama bertahun-tahun hingga 2014 di mana Beliau memasuki topik Praktik Motivasi Agung.

Di tahun yang sangat istimewa ini, Guru Dagpo Rinpoche secara khusus mengajarkan praktik menyetarakan dan menukar diri dengan makhluk lain (“Tong Len” atau “Terima Kasih”), metode mengembangkan Bodhicita yang dulu diajarkan oleh Guru Suwarnadwipa Dharmakirti di tanah Sriwijaya. Melalui Guru Dagpo Rinpoche, ajaran luhur Nusantara ini akhirnya kembali dapat dipelajari dan dipraktikkan oleh orang Indonesia dan memberi manfaat bagi bangsa kita.

Sebanyak kurang lebih 1000 orang dari Bandung, Jakarta, Medan, Palembang, Lombok, dan berbagai kota di Indonesia, juga murid mancanegara yang berasal dari Perancis, Belanda, Malaysia, India, dan berbagai negara lainnya telah menerima transmisi Lamrim yang otentik, menyeluruh, dan dapat segera diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna memberi manfaat bagi perkembangan batin pribadi dan kebahagiaan semua makhluk.

Sekarang, di tahun 2019 ini, Sang Guru akan kembali untuk memberikan nektar Dharma yang bisa mengubah hidup banyak orang.

GURU DAGPO RINPOCHE

akan memberikan transmisi lisan, pengajaran Dharma dan membimbing retret:

MĀRGA-KRAMA-VIMOCANA-HASTA
(PEMBEBASAN DI TANGAN KITA)

melanjutkan topik:
PRAKTIK MOTIVASI AGUNG

di NOVEMBER 2019.

Siapkan waktu dan atur jadwal cuti dari awal. Inilah saatnya kita recharge batin, take a step back from our exhausting routines.

Siapkan batin untuk menerima nektar Dharma dari seorang Guru yang bisa mengubah hidup kita, hanya di SOUTHEAST ASIA LAMRIM FESTIVAL (SEALF) 2019.


Nantikan info selanjutnya di kanal:
IG: @lamrimretreatid
FB: LamrimRetreatID

#SEALF2019
#UltimateJourney
#SpiritualHarusDiperjuangkan

“Berkatilah aku agar setelah berlatih di Jalan Umum, aku menjadi wadah yang cocok, dan dapat dengan mudah memasuki pintu gerbang yang sempurna, bagi mereka yang beruntung, menuju ke kendaraan terunggul Wajrayāna.”
~Je Tsongkhapa, Dasar Semua Kebajikan

Praktik Tantra sudah tumbuh dan berkembang di bumi Nusantara sejak masa berdirinya Kerajaan Sriwijaya berabad-abad lampau. Ajaran luhur ini kembali ke Indonesia di satu momen istimewa di awal tahun 2013, saat Guru Dagpo Rinpoche memberikan Kriya Tantra Mahā-Abhiṣeka Awalokiteśwara Ekadasamukha Sahasrabhuja Sahasranetra di Graha Bhayangkara, Bandung.

Pada momen itu, sekitar 600 orang menerima berkah dari Sang Maha Welas Asih melalui Guru Dagpo Rinpoche. Walau ini bukan Abhiṣeka Tantra pertama yang pernah diberikan di Indonesia, penjelasan dan pembelajaran Tantra secara rinci, menyeluruh, dan otentik yang diberikan Guru Dagpo Rinpoche amatlah langka.

Rinpoche juga tidak memberikan ajaran ini begitu saja, melainkan baru setelah Beliau membimbing kita di Indonesia selama 25 tahun lamanya.

Di tahun 2019 ini, tepat di dekade ketiga Rinpoche berkarya di Nusantara, kita kembali berkesempatan menerima berkah luar biasa ini berkat welas asih Sang Guru.

GURU DAGPO RINPOCHE

akan menganugerahkan

KRIYA TANTRA MAHĀ-ABHIṢEKA
Awalokiteśwara Ekadasamukha Sahasrabhuja Sahasranetra

di November 2019

Guru Dagpo Rinpoche adalah satu dari sedikit Guru Tantra yang otentik dan merupakan bagian dari Silsilah Emas yang mencakup guru-guru agung seperti Guru Suwarnadwipa Dharmakirti dari Sriwijaya dan bisa ditelusuri hingga Sang Buddha sendiri. Di usia Beliau yang sudah mencapai angka 88, Rinpoche masih bersedia untuk menempuh perjalanan panjang untuk memberikan berkah ini pada kita. Jelaslah bahwa kesempatan ini amatlah langka dan mungkin tak akan bisa kita dapatkan lagi jika kita melewatkannya.

Mari kita siapkan batin dan mohon izin dari para Guru Spiritual untuk menerima Abhiṣeka dan berkah dari Sang Mahākaruṇika.

Lebih dari 2500 tahun yang lalu, Buddha memberikan instruksi kepada Sangha untuk melalukan penyunyian selama musim hujan yang kemudian dikenal sebagai “Vassa”. Dalam menjalani masa Vassa, Sangha tentu membutuhkan tempat menetap yang kondusif untuk mempraktikkan Dharma. Inilah cikal-bakal tradisi pendirian biara-biara Buddhis di India yang kemudian dilanjutkan di Tibet.

Lebih dari 600 tahun yang lalu, saat Je Tsongkhapa selesai menyusun “Risalah Agung Tahapan Jalan Menuju Pencerahan” (Lamrim Chenmo), Beliau menyentuhkan kitab tersebut ke kepala murid Beliau, Je Lodro Tenpa, dan memberinya instruksi untuk mendirikan sebuah biara khusus untuk mendalami dan menyebarkan ajaran Lamrim, yakni sebuah tradisi mempelajari, merenungkan dan memeditasikan seluruh ajaran Buddha secara sistematis dan bertahap yang dipelopori oleh Guru Atisha. Instruksi Je Tsongkhapa inilah yang kemudian melahirkan Biara Dagpo Shedrupling yang telah menghasilkan banyak sekali guru-guru besar dengan realisasi tinggi, termasuk Guru Dagpo Rinpoche, Sang Ayahanda Laksana Mentari Dharma.

Pada tahun 2012, orang-orang Indonesia yang haus akan Dharma berinisiatif membentuk sebuah panitia pembangunan biara yang bertugas merencanakan, merancang, dan mendirikan biara Dagpo di Indonesia, yang mana kemudian direstui dan diberkahi oleh Rinpoche. Biara ini mewarisi silsilah Lamrim yang otentik mulai dari Buddha Shakyamuni sendiri, Guru Suwarnadwipa, Guru Atisha, dan Je Tsongkhapa. Biara ini juga akan mewarisi silsilah Mulasarwastiwada yang pernah menjadi identitas Buddhadharma Nusantara di masa lampau. Tidak hanya itu, biara ini juga akan menjadi biara Sutra dan Tantra pertama dan terbesar di Asia Tenggara, tempat Sangha menetap, mendalami dan mempraktikkan keseluruhan ajaran Buddha hingga mencapai realisasi yang nyata dan bisa bermanfaat bagi semua makhluk untuk waktu yang sangat lama.

Tahun ini, tepat di dekade ketiga Rinpoche berkarya di Nusantara, kita dapat bersama-sama mempersembahkan biara ini, biara milik orang Indonesia, kepada Guru, Triratna, Buddha dan Bodhisatwa, serta secara khusus juga mempersembahkannya kepada seluruh orang Indonesia, yang telah diberdayakan dan dibuat mandiri oleh Sang Ayahanda Laksana Mentari Dharma.

GURU DAGPO RINPOCHE

akan meresmikan

BIARA INDONESIA TUṢITA VIVARAṆĀCARAṆA VIJAYĀŚRAYA

PUSDIKLAT JINAPUTRA TUṢITAVIJAYA

Institusi Pendidikan Monastik Sutra dan Tantra pertama di Asia Tenggara berdasarkan tradisi Silsilah Emas Guru Suwarnadwipa

di November 2019

Bersama kita rayakan berdirinya tonggak penjaga kelestarian tradisi dan nilai bajik Buddhadharma selaku ahli waris Silsilah Emas Suwarnadwipa di Nusantara.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *