Guru Dagpo Rinpoche Dianugerahi Legion of Honor: Penghargaan Tertinggi dari Republik Prancis

Guru Dagpo Rinpoche Dianugerahi Legion of Honor: Penghargaan Tertinggi dari Republik Prancis

Sebuah Penghargaan Langka untuk Sosok Spiritual Dunia

Pada tanggal 13 Juli 2025, sehari menjelang Hari Nasional Prancis, Pemerintah Republik Prancis secara resmi mengumumkan penganugerahan gelar Knight of the National Order of the Legion of Honor kepada Venerable Dagpo Rinpoche. Penghargaan ini disahkan melalui dekret yang dimuat dalam Journal Officiel, jurnal resmi negara Prancis, atas usulan langsung dari Menteri Dalam Negeri. Pemberian penghargaan ini bukan hanya sekadar penghormatan, melainkan sebuah pengakuan mendalam atas dedikasi luar biasa seorang guru spiritual dalam membabarkan ajaran Buddha di dunia Barat, khususnya di Prancis.

Apa Itu Knight of the Legion of Honor?

Ordre national de la Légion d’honneur, atau Legion of Honor, merupakan ordo kehormatan tertinggi di Prancis yang diusung oleh Napoleon Bonaparte pada tahun 1802. Dengan semboyan “Honneur et Patrie” (Kehormatan dan Tanah Air), penghargaan ini diberikan kepada individu yang menunjukkan jasa luar biasa dalam bidang militer, sipil atau budaya, baik warga Prancis maupun tokoh asing yang dianggap berkontribusi terhadap nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa tersebut.

Gelar “Knight” atau “Chevalier” adalah tingkatan pertama dalam struktur penghargaan ini, namun bukan berarti mudah didapatkan. Syarat pengangkatannya ketat, termasuk pengabdian selama puluhan tahun dan kontribusi nyata yang melampaui tugas biasa. Bahkan di kalangan warga negara Prancis sendiri, jumlah penerima aktifnya sangat terbatas. Ketika penghargaan ini diberikan kepada seorang non-Prancis, maka itu mencerminkan sebuah pencapaian luar biasa yang melintasi batas negara, budaya, dan agama.

Pengabdian Puluhan Tahun untuk Prancis dan Dunia

Guru Dagpo Rinpoche telah menetap di Prancis sejak awal 1960-an. Selama lebih dari enam dekade, beliau tidak hanya membagikan pengetahuan Dharma secara konsisten, tetapi juga menjadi tokoh sentral dalam memperkenalkan Buddhisme Tibet kepada masyarakat Prancis dengan cara yang dapat diterima dan dihargai oleh masyarakat modern yang sekuler.

Pengabdian beliau terhadap Prancis terentang luas — dari dunia pendidikan, penerbitan, hingga pengembangan pusat-pusat spiritual. Selama hampir 30 tahun (1963–1992), beliau mengajar bahasa dan budaya Tibet di Institut Nasional Bahasa dan Peradaban Timur (INaLCO), sebuah lembaga prestisius yang menjadi poros studi Asia di Prancis. Di sana, beliau melatih generasi demi generasi Tibetolog dan penerjemah dari berbagai belahan dunia, menjadikan Prancis sebagai salah satu pusat akademik kajian Buddhisme Tibet.

Tak hanya mengajar, beliau juga menyusun karya pengantar penting berjudul The Bases of Buddhism, yang memperkenalkan pemikiran Buddha dalam bahasa Prancis secara sistematis dan ramah bagi pembaca Barat, namun tetap setia pada istilah asli dalam bahasa Tibet. Bersama penerjemah utamanya, Marie-Stella Boussemart, beliau juga menyusun karya monumental Philosophical Vocabulary (1986–1989), yang menjelaskan secara tepat berbagai konsep mendalam tentang batin dan filsafat Buddhis — kontribusi luar biasa terhadap literatur Buddhisme dalam bahasa Prancis.

Seiring waktu dan atas permintaan para muridnya, Guru Dagpo Rinpoche mulai memberikan ceramah-ceramah Dharma secara terbuka sejak tahun 1977. Dengan bimbingan yang penuh ketekunan, beliau mendirikan berbagai pusat studi dan praktik Buddhisme di seluruh Prancis. Dua institusi utama yang menjadi tonggak penting adalah Institut Guépèle dan Institut Ganden Ling, yang kemudian berkembang menjadi pusat kegiatan spiritual yang aktif hingga kini. Melalui lembaga-lembaga ini, beliau menciptakan ruang belajar dan praktik Dharma yang terstruktur, membumi, dan dapat diakses oleh masyarakat Prancis dari berbagai latar belakang.

Lebih dari sekadar tempat belajar, pusat-pusat ini menjadi jembatan antara Timur dan Barat — menghadirkan ajaran Buddha dalam wujud yang otentik, namun tetap mampu berdialog dengan dunia modern. Beliau juga menjalin kerja sama dan berdialog aktif dengan kalangan ilmuwan, seperti dokter dan fisikawan, serta dengan para tokoh lintas agama dan pemikiran. Dalam forum-forum tersebut, beliau mengangkat nilai-nilai Dharma sebagai prinsip universal yang melampaui batas agama, yang menyentuh isu-isu penting seperti perhatian penuh terhadap hidup, welas asih lintas batas, hingga dukungan spiritual bagi mereka yang berada di akhir kehidupan.

Dedikasi beliau bukan hanya pada pengajaran dalam bentuk ceramah atau meditasi, tetapi juga pada pelestarian tradisi spiritual yang otentik dan murni. Dalam praktiknya, beliau menjembatani dunia Timur dan Barat, tidak hanya dalam konteks spiritual, tetapi juga dalam ruang kebudayaan dan kemanusiaan. Ajaran beliau tidak terbatas pada keyakinan, melainkan menyentuh nilai-nilai universal seperti welas asih, kesabaran, kebijaksanaan, dan perhatian batin — yang semuanya sangat relevan dalam dunia yang sedang dilanda keresahan dan ketegangan.

Peran Guru Dagpo Rinpoche untuk Indonesia

Selain di Prancis, Indonesia juga mendapat berkah luar biasa dari kehadiran Guru Dagpo Rinpoche. Sejak awal 1990-an, beliau secara rutin datang ke Indonesia untuk memberikan ceramah Dharma, memimpin retret, dan membimbing para siswa dari berbagai kota. Dalam setiap kunjungannya, beliau menyampaikan Dharma dengan pendekatan yang lembut namun mendalam, menyentuh batin dan menyadarkan makna kehidupan secara spiritual.

Melalui pengajaran beliau, banyak praktisi Buddhis Indonesia yang mulai mengenali kembali akar-akar Mahayana, memahami pentingnya silsilah spiritual, serta menghidupkan kembali hubungan batin antara tanah Nusantara — yang dahulu menjadi pusat kebesaran Buddhisme — dengan ajaran luhur yang diwariskan dari India dan Tibet. Perjalanan spiritual beliau bukan hanya milik Prancis, tetapi telah menjadi berkah bagi banyak bangsa, termasuk kita di Indonesia.

Sebuah Penghargaan untuk Dharma

Penganugerahan ini tidak hanya mencerminkan penghargaan terhadap pribadi Guru Dagpo Rinpoche, tetapi juga pengakuan negara Prancis terhadap pentingnya peran Buddhisme dalam membentuk masyarakat yang damai, reflektif, dan berbudaya. Sebagaimana tertulis dalam pengumuman resminya, penghargaan ini merupakan pengakuan atas “perjalanan luar biasa dan pengabdian tanpa henti dalam mengajarkan Dharma,” sekaligus menggarisbawahi tempat penting Buddhisme dalam masyarakat Prancis saat ini.

Bagi kita semua yang pernah merasakan manfaat ajaran beliau — baik di Prancis, Indonesia, maupun negara lain — ini adalah momen kebahagiaan yang patut dirayakan. Penghargaan ini menunjukkan bahwa Dharma, yang telah dijaga dan diajarkan oleh para guru dengan penuh cinta kasih dan disiplin, tetap relevan di dunia modern, bahkan di dalam kerangka negara sekuler yang sangat menjunjung nilai-nilai republik seperti Prancis.

Sumber Inspirasi Bagi Kita Semua

Kami, para murid, dan simpatisan ajaran beliau di seluruh dunia — termasuk Indonesia — menyambut kabar ini dengan rasa haru, syukur, dan kebahagiaan mendalam. Kami percaya, penghargaan ini akan menjadi penguat semangat bagi seluruh komunitas Dharma untuk terus melangkah di jalan praktik, pengabdian, dan penyebaran ajaran mulia. Semoga Guru Dagpo Rinpoche senantiasa dalam kesehatan dan umur panjang, agar terus membimbing semua makhluk menuju pembebasan sejati.

Sebagaimana disampaikan dalam pengumuman resmi, May this distinction be, for all, a source of encouragement and inspiration along the way.” Maka biarlah cahaya Dharma ini terus bersinar, menuntun hati-hati yang mencari kebenaran dalam dunia yang penuh perubahan.

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Legion_of_Honour#Membership

https://www.legifrance.gouv.fr/download/pdf?id=9zISAJoUW7vqqFowMZPozO7mT0ji9z3kMMVYU8Jy7sc=

https://www.dagporinpoche.org/fr/content/6-une-breve-biographie

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *